LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

Archive for the ‘Paradigma Baru LDII’ Category

Paradigma Baru LDII Tinggalkan Kesan Eksklusif

Ketua Umum LDII Abdullah Syam menjadi anggota Amirul Haj 2012

Posted by LDII Bali pada Oktober 9, 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementarian Agama (Kemenag) sudah menentukan pimpinan delegasi jamaah haji Indonesia atau Amirul Haj penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. Seperti diperkirakan sebelumnya, Menag, Suryadarma Ali, kembali menjadi Amirul Haj yang akan memimpin rombongan ke Arab Saudi.

Rencananya, Amirul Haj akan tiba di Arab Saudi pada 17 Oktober 2012. Selain Menag, nama-nama Naib, sekretaris, maupun anggota Amirul Haj sudah ada. Mereka masing-masing adalah KH Hasyim Muzadi dan Ahmad Dahlan Rais sebagai Naib atau wakil Amirul Haj. Sekretaris Amirul Haj oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, Saeroji.

Anggota-anggota Amirul Haj, antara lain Habib Luthfie (Pekalongan), Slamet Effendi Yusuf (MUI), Prof Dr Maman Abdurrahman (Ketua Umum Persis), Haji Raharja Sasradiningrat (Ketua Umum Syarikat Islam), Prof Dr Abdullah Syam (Ketua Umum LDII), Baca entri selengkapnya »

Posted in Amirul Haj, Artikel, LDII, Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

LDII Hadiri Sidang ISBAT Kementerian Agama Republik Indonesia

Posted by LDII Bali pada Juli 22, 2012

Ustad LDII Hadiri Sidang Isbat Kemenag

Tampak dalam Tayangan: Ustadz Abdul Aziz Ridwan, salah satu anggota Majelis Taujih Wal Irsyad LDII

Jakarta – Kamis, (19 Juli 2012) DPP LDII yang diwakili oleh salah satu anggota Majelis Taujih Wal Irsyad LDII, ustadz Abdul Aziz Ridwan, memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menghadiri sidang isbat yang menentukan awal Ramadhan tahun 2012/ 1433H. Sebagaimana diketahui, mayoritas hadirin sidang isbat kali ini menyetujui, dan sekaligus diputuskan oleh pemerintah Republik Indonesia bahwa 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.

Waktu sidang isbat kali ini tidak sepanjang tahun lalu. Meski demikian, beberapa ormas yang diundang hadir diantaranya tetap bersikukuh untuk melaksanakan metode rukyat yang dilakukan secara mandiri. Namun alhamdulillaah, meski beberapa ormas Islam yang hadir semisal FPI (Front Pembela Islam) tetap pada pendiriannya, namun suasana tetap kondusif dan mengalir.

PP Muhammadiyah yang turut diundang kali ini tidak bisa memenuhi undangan Kementerian Agama RI dikarenakan hasil keputusan Lajnah Falakiyah PP Muhammadiyah tidak dapat diganggu gugat lagi. Sehingga demi terciptanya kemaslahatan bersama, PP Muhammadiyah memutuskan untuk tidak menghadiri sidang isbat yang diasumsikan bakal berlawanan dengan pendirian mayoritas ulama yang hadir pada sidang tersebut. Hal ini dikarenakan masing masing ormas Islam menggunakan metode/penilaian yang berbeda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel, LDII, LDII - MUI, LDII Bali, Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Audiensi LDII ke Wantimpres Siti Fadillah Supari

Posted by LDII Bali pada Juli 22, 2012

LDII saat Audiensi dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden

LDII saat Audiensi dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari

Jakarta – Dalam rangka komunikasi/ silaturahim dan peningkatan hubungan kerja yang telah tertuang dalam program kerja Lembaga Dakwah Islam Indonesia 2011-2016, rombongan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang dipimpin oleh Ir. H. Prasetyo Sunaryo bersama pengurus harian lainnya seperti H. Sidik Waskito, H. Hasyim Nasution, Rioberto Sidauruk dan H. Adityo Handoko, diterima secara langsung oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia bidang Kesejahteraan Rakyat, Ibu Dr. dr. Siti Fadillah Supari di Gedung WANTIMPRES, Jakarta 07 Juni 2012.

Kerjasama DPP LDII dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari telah terjalin semenjak Ibu Siti Fadillah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2004-2009, dimana LDII menerima beberapa bantuan pendirian Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) di seluruh wilayah Kerja DPW LDII Provinsi se Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Posted in Audiensi LDII, Giat Nasional LDII, LDII, Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

Paradigma Baru LDII Bukan Sebatas Kedok

Posted by LDII Bali pada April 29, 2012

BANDUNG,(PRLM).-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sejak 15 tahun lalu sudah menyatakan diri terbuka kepada seluruh masyarakat. Namun, masih banyak suara miring yang dialamatkan kepada masyarakat.
“Kalau ada pihak-pihak tertentu yang masih menyangsikan keterbukaan LDII, namun itu sekadar riak-riak dalam kehidupan masyarakat,”kata Ketua LDII Jabar, H. Baharuddin di Gedung BKM, Sabtu (28/4).
Lebih jauh H. Baharuddin mengatakan, sebagai bentuk keseriusan LDII untuk membuka diri dengan mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan dengan mengundang para ahli dari luar LDII. “Kami juga mengundang para pejabat, cendekiawan, maupun alim ulama untuk hadir dan mlihat kegiatan-kegiatan LDII,” katanya.
Demikian masjid-masjid LDII juga membuka diri sehingga bisa dimanfaatkan golongan lain. “Tidak ada istilah setelah dipakai umat lain lalu lantainya dipel atau dibersihkan. Demikian pula anggapan kalau umat lain salat lalu ditempatkan di teras masjid juga hanya fitnah,” katanya.
Demikian pula dengan kitab-kitab rujukan yang dipergunakan juga sama dengan ormas-prmas Islam lainnya.”Kami memakai kitab kuning seperti kutubussittah, cuma kajiannya tematik atau maudui,” katanya.(A-71/A-107)***

Sumber: Pikiran-rakyat.com

Posted in Artikel, LDII, Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

LDII tidak Lagi Eksklusif

Posted by LDII Bali pada Desember 20, 2010

BANDUNG, (PRLM).- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai ormas Islam tidak lagi menjadi ormas yang eksklusif sehingga membuka diri kepada siapa pun. LDII sejak tahun 2009 berusaha melaksanakan paradigma baru sebagai ormas Islam yang merangkul semua kalangan.
“Tidak ada istilah masjid LDII hanya untuk umat LDII karena masjid untuk semua kaum Muslimin,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Prof. Dr. Abdullah Syam, di Musda LDII Jabar, Minggu (19/12).
Menurut Abdullah, berdasarkan hasil Rapat kerja nasional (Rakernas) tahun 2007 menyatakan, LDII sebagai ormas yang memiliki paradigma baru dan bukan penerus/kelanjutan maupun menyebarkan ajaran Islam jamaah yang dilarang pemerintah. “LDII tidak menggunakan atau pun menganut sistem keamiran yang bersifat tertutup,” katanya.
Selain itu, LDII tidak menganggap umat Islam di luar LDII sebagai kafir atau najis sehingga masjid LDII terbuka untuk umum. “Keputusan lainnya LDII dalam pengayaan ilmu tidak hanya dari alumni pondok LDII. Kami juga tidak pernah mengajarkan kepada warganya untuk menolak diimami oleh orang di luar warga LDII,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Paradigma Baru LDII Tinggalkan Kesan Eksklusif

Posted by LDII Bali pada Juli 10, 2008

Jakarta, Pelita
Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) akan membuka diri melalui paradigma baru, yang selama ini terkesan eksklusif serta menutup diri pada masyarakat sesuai tuntutan era sekarang ini.
Upaya untuk menghilangkan stigma masa lalu itu, Ormas Islam ini berupaya melakukan dialog dan diskusi secara interpersonal dan institusional pada organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

Kami akan jelaskan perubahan paradigma lama LDII yang dipandang tertutup dengan paradigma baru yang lebih terbuka kepada masyarakat muslim lainnya, kata Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi LDII Prasetyo Sunaryo didampingi pengurus Bidang Hubungan Antarkelembagaan Hashim Nasution kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan perlu disadari mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru perlu proses, sebab belum tersosialisasi secara merata ke semua anggota LDII yang tersebar di seluruh Nusantara. Karena keterbatasan dukungan sumber daya manusia yang ada, termasuk mendekatkan diri dan membahas permasalahan keumatan dengan semangat penuh kebersamaan.
Kami harap hal ini menjadi tugas kita bersama memberi pencerahan kepada semua komponen umat khususnya jemaah LDII, tambah Hashim Nasution.

Menurutnya, faktor pendidikan dan faktor budaya cukup menjadi kendala membawa anggota LDII pada paradigma baru tersebut. Karena untuk mengubah kebiasaan lama tidak semudah membalik telapak tangan.
Karena itu dia mengajak ormas Islam dan stakeholder lain bersama sama menjadi tugas bersama untuk mencerahkan umat khususnya anggota LDII. Maka stigma lama yang sempat dilekatkan pada anggota atau jemaah LDII akan diubah.
Dia mengatakantidak akan ada lagi paradigma lama yang lengket di tubuh LDII. Semuanya akan dirombak sesuai tuntutan Islam yang benar. Stigma stigma masa lalu itu sudah tidak ada lagi pada jemaah LDII. Akan muncul paradigma baru, ujarnya tegas.

Dia menjelaskan kondisi itu sempat terjadi karena ketika itu jemaah LDII rutin mengikuti pengajian dan fiqih secara tekun dan fokus melalui jemaahnya sendiri, sehingga tidak bersinggungan dengan jemaah ormas lain.
Akibatnya terjadi mis-persepsi dan mis-komunikasi dan mis-understanding satu sama lain. Maka melalui paradigma baru inilah kita samakan persepsi, dan komunikasi dan kesepahaman kita sesama umat muslim, cetus Prasetyo.

Dia menambahkan saat ini LDII gencar membangun perekonomian umat melalui pemberdayakan ekonomi petani dengan mengembangkan ternak sapi yang melibatkan kelompok masyarakat lain. Kami mencari bentuk pencairan kredit yang meringankan petani dalam mengembangkan ternak sapinya, pungkas Prasetyo.(naz)

Sumber : Harian Umum PELITA
LDII Bali

Posted in Paradigma Baru LDII | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »