LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

LDII Diharapkan Jadi “Corong Dakwah”

Posted by LDII Bali pada November 22, 2016

KH Zulfiqar: Munas LDII bisa jadi contoh

SILATURAHIM: KH Zulfikar Hajar bersama KH Abdullah Syam

SILATURAHIM: KH Zulfikar Hajar (kiri) berfoto sama KH Abdullah Syam di Bogor dalam kunjungan silaturahim kepada Ketua Umum DPP LDII belum lama ini.

Medan, (Analisa).

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan Al-Ustaz KH Zulfiqar Hajar Lc menga­takan, sistem pemilihan ketua umum berdasarkan asas musya­warah-mufakat yang diiterapkan dalam Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Munas LDII) ke-8 pada 8-10 November di Jakarta bisa menjadi contoh bagi Oganisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam lainnya di Indonesia.

Islam menekankan dalam satu urusan sebaiknya disele­saikan dengan asas musya­warah-mufakat. Ini yang dite­rapkan LDII dalam Munasnya belum lama ini,”katanya kepada wartawan di Medan, Kamis (17/11).
Dalam Munas ke-8 LDII di Balai Kartini Jakarta 8-10 November dibuka secara resmi oleh Pre­siden RI Ir Joko Widodo (Jokowi). Munas itu juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Syai­fud­din.
Dalam keterangannya di­dam­pingi Ketua DPW LDII Sumut Ir H Agus Purwanto, KH Zulfiqar Hajar mengatakan, pentingnya menerapkan asas musyawarah-mufakat dalam satu urusan, terma­suk dalam urusan organisasi sesuai dengan petunjuk Alquiran dalam Surah Ali Imran ayat 159 yang men­jelaskan bahwa bermu­sya­­warahlah kamu dalam satu urusan (Wasyaawirhum fil amri).

Karena itu, sambungnya, sistem pemilihan menggunakan ‘one man one vote’ (satu orang satu suara) tidak dikenal dalam Islam, karena hanya bisa me­nim­bulkan masalah saja.

“Jadi, apa yang dilakukan LDII dalam Munasnya meng­gunakan sistem musyawarah-mufakat, se­hing­ga masih me­milih kembali Prof.Dr Ir KH Abdullah Syam MSc sebagai Ketua Umum DPP LDII untuk periode 2016-2021 perlu dicon­toh Ormas-ormas Islam lainnya di Indonesia, khususnya di Sumut,” jelas ustadz dan ulama kondang yan juga Pimpinan Majlis Taklim/KBIH Jabal Noor Medan ini.

Ketika berbicara tentang sosok Ketua Umum LDII Prof KH Ab­dul­lah Syam yang akan memimpin Ormas ini untuk keempat kalinya, menurut KH Zulfiqar Hajar, terpi­lihnya kembali secara aklamasi Prof KH Abdullah Syam berda­sarkan asas musyawarah-mufa­kat dalam Munas LDII ke-8 tahun 2016 hal itu patut dan wajar, karena simpatiknya seluruh peserta Munas melihat sistem kepemimpinan yang diterapkannya selama ini di LDII.

Corong dakwah

Ketua DPW LDII Sumut H.Agus Purwanto yang memimpin delegasi Sumut bersama para Ketua DPD LDII Kabupaten/Kota se-Sumut serta sebagai salah seorang pimpinan sidang mewakili LDII se-Sumatera dalam Munas ke-8 LDII di Balai Kartini Jakarta menyam­paikan aspirasinya dalam Munas LDII itu bahwa LDII di Sumut diha­rap­kan dapat menjadi “corong dakwah”, sehingga ikut mem­bantu pemerintah dalam men­sosiali­sasikan program-program Peme­rintah Daerah di masya­rakat.

“Dalam Munas itu juga mem­bi­carakan tentang sistem eko­nomi syariah yang menggu­nakan SDM Religius serta FGD (Focus Group Discussion) yang meru­pakan salah satu metode riset kualitatif. Yakni, diskusi satu grup untuk mem­bahas masalah dalam suasana informal dan santai”, sebutnya.

Munas ke-8, LDII me­ngang­kat tema “Kenisca­yaan Pening­katan Kualitas SDM, Kemam­puan Pen­da­yagunaan Teknologi Digital, dan Pengembangan Ekonomi Syariah untuk Pem­bangunan Indonesia Ber­kelan­jutan.”
Tema ini menjadi motor gerakan LDII dalam 5 tahun ke depan, setelah sukses men­jalankan program membangun manusia yang profesional reli­gius. Dalam pening­katan SDM, LDII menggelar “Ge­rakan Menghormati Guru”. Yakni, para pengajar, baik guru, dosen, para mubaligh dan mubalighot. Sementara untuk penda­ya­gu­naan teknologi digital, LDII melansir e-commerce ber­kon­sep marketplace, pikub.co.id dan pikub.com. Boleh dikata inilah e-commerce pertama yang menggunakan sistem sya­riah.

“Di sisi ekonomi syariah, LDII terus mendorong pengua­tan kerja sama UMKM di Asia Tenggara dan memperkuat permodalan bagi UMKM. Ben­tuk nyatanya, kami mendorong DPD membentuk Bai­tul Mal Watanwil, semacam ko­pe­rasi simpan-pinjam berbasis sya­riah,” ujar Wakil Ketua Panitia Pengarah (OC) Munas LDII Chris­wanto Santoso. (rel/hers)

Sumber: http:// harian. analisadaily. com/kota/news/ldii-diharapkan-jadi-corong-dakwah/275623/2016/11/21
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: