LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

Orangtua Wariskan 50 Persen Kecerdasan Anak

Posted by LDII Bali pada Agustus 10, 2011

Kecerdasan manusia adalah produk evolusi yang menakjubkan.
by Mutia Nugraheni, Febry Abbdinnah

Anak berprestasi (Corbis)

VIVAnews – Semua orang tua ingin memiliki anak yang cerdas dan pintar. Namun, tahukah kalau Anda mewarisi setengah kecerdasan buah hati?
Hal ini merupakan hasil penelitian lebih dari 3.500 responden asal Inggris dan Skotlandia. Mereka dianalisis untuk melihat setengah juta penanda genetik dan perubahan kecil pada DNA. Peneliti juga menganalisis hasil penelitian dan tes kecerdasan yang dilengkapi dengan data pendidikan respoden.
Terungkap bahwa 40 persen dari kecerdasan anak termasuk jenis crystallised-type intelligence atau kecerdasan kristal. Yakni kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan selama bertahun-tahun yang terletak di dalam gen.
Sedangkan, fluid-type intelligence atau kecerdasan cair adalah kemampuan bernalar dan berpikir secara abstrak di bawah tekanan yang diperintah oleh gen. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Journal Molecular Psychiatry ini mengungkap, terdapat 51 persen kemampuan berpikir ‘outside the box’ seseorang berada di bawah perintah gen. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Peter Visscher dari Queensland Institute of Medical Research, Australia, menunjukkan bahwa banyak gen yang terlibat dalam kecerdasan anak.
“Perbedaan kecerdasan individu memang berkaitan erat dengan faktor kehidupan termasuk pendidikan dan pekerjaan, pendapatan, kesehatan, dan usia,” ujar pemimpin penelitian Professor Ian Deary, dari University of Edinburgh, dikutip Daily Mail. Meski demikian, ia menambahkan bahwa penelitian yang ia lakukan secara tegas mengonfirmasi bahwa sebagian besar perbedaan tingkat kecerdasan individu, disebabkan oleh variasi genetik.
“Jika kita dapat menemukan gen spesifik yang dapat memberikan konstribusi pada pengalaman penuaan kognitif seseorang, hal ini dapat menunjukkan mekanisme perbedaan,” ujar Ian.
Ia juga menambahkan bahwa tidak selamanya keterbatasan materi membatasi intelektualitas seseorang. Karena, mereka mungkin mewarisi kecerdasan orang tuanya. Penelitian ini menjelaskan mengapa manusia telah sangat maju dibandingkan simpanse, meskipun secara genetik sama.
“Meskipun memiliki gen yang sama, kita memiliki perbedaan dengan bagaimana gen saling berinteraksi mengontrol kecerdasan,” ujar Simon Underdown, antropolog dari Universitas Oxford Brookes.
Menurutnya, kecerdasan manusia adalah produk evolusi yang menakjubkan dan cemerlang. Hal ini menunjukkan gen dasar untuk kecerdasan, bukanlah mutasi sederhana dari sebuah gen tunggal tetapi banyak gen di kromosom. (eh)
LDII Bali

Sumber: Vivanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: