LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

Waspadai Anak Terlambat Bicara

Posted by LDII Bali pada Agustus 4, 2011

“Orangtua perlu curiga jika anak di atas satu tahun belum bisa bicara jelas.”
By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti

buah hati (Corbis)

VIVAnews – Mendengar celoteh saat si kecil mulai bicara adalah hal yang ditunggu-tunggu para ibu. Secara umum, seorang anak akan mengucapkan kata pertamanya antara usia 10 sampai dengan 18 bulan. Namun, tidak ada tabel waktu yang persis menyatakan kapan seorang anak akan bicara.
Beberapa kata mungkin sudah bisa diucapkan oleh anak berusia satu tahun, seperti mama atau papa. Tapi, jika si kecil belum juga mengeluarkan kata-kata saat usia satu tahun ke atas, sebagai orangtua, Anda pun patut curiga. Bisa jadi buah hati Anda mengalami keterlambatan berbicara.
“Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak terlambat bicara. Orangtua perlu curiga jika anak di atas satu tahun belum bisa bicara dengan makna yang jelas,” ujar Dokter Spesialis Anak, Konsultan Tumbuh Kembang, dr Soedjatmiko, SpAK (Msi) saat acara Journalist Class PT Pfizer ‘Membangun Generasi Sehat dan Berbudaya’, di Plaza FX Senayan, Jakarta.
Dr Soedjatmiko menjelaskan, proses berbicara anak dimulai dari kegiatannya mendengarkan sesuatu, lalu diproses di otak, diingat, disimpan dan dimengerti. Bisa dikeluarkan lewat mulut dengan kata-kata atau bisa juga dikeluarkan dengan perilaku.Penyebab anak terlambat bicara juga bisa dicurigai dari indera pendengarannya yang terganggu, atau bisa jadi si kecil tidak mengerti dengan kata-kata yang diucapkan orangtua.
“Ada juga anak yang bisa mendengar dengan baik dan mengerti maksud dari kata-kata tapi memorinya jelek, sehingga saat mengekspresikannya salah atau mengucapkannya salah. Bisa juga ada masalah pada pita suaranya atau lidahnya. Hal ini patut dicurigai,” katanya.
Adanya input yang terlalu bervariasi juga bisa menyulitkan anak untuk melafalkan kata-kata. “Misalnya, si ibu mengajarkan anak mengucapkan selamat tinggal dengan kata “dada”, tapi ada lagi si kakak yang bilang bye-bye dan lain sebagainya.”
Sesungguhnya setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda saat belajar berbicara. Bahkan, ada anak yang bisa belajar berbicara dengan tiga bahasa sekaligus, namun kejadiannya sangat jarang. Jika anak mengalami terlambat bicara, bisa diatasi dengan melihat penyebabnya. Terkadang anak terlambat bicara memang karena tidak pernah diacak bicara. Tidak pernah diajak berbicara dengan pelafalan yang baik. Untuk itu, rangsang si kecil untuk belajar berbicara.
“Lakukan hal sederhana seperti banyak-banyak membacakan dongeng untuknya. Sebab menceritakan sesuatu lewat dongeng merupakan salah satu cara cepat mengajarkan anak bicara,” kata dosen Psikologi Universitas Indonesia dan pemerhati anak, Ratna Juwita. (umi)
LDII Bali

Sumber: Vivanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: