LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

Pemerintah Harus Ubah Struktur APBN

Posted by LDII Bali pada Juni 11, 2011

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah harus segera mengubah struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sebagian besar dipakai untuk anggaran rutin, tanpa meningkatkan anggaran untuk pembayaran utang dan pembangunan. Jika struktur APBN tidak diubah, maka mustahil pemerataan kesejahteraan akan cepat tercapai.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y. Tohari dalam Sarasehan Kebangsaan ‘Menghidupkan Pancasila” yang diprakarsai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Wisma Besar LDII Patal Senayan, Kamis (9/6).
“APBN harus ada langkah drastis. Dulu sampai sekarang, struktur APBN itu 60 persen dipakai untuk anggran rutin, 20 persen untuk nyicil utang dan bunga, serta 20 persen untuk pembangunn,” kata Hajrianto.
Dengan struktur seperti itu, kata Hajrianto, maka pengelolaan APBN Indonesa dari tahun ke tahun sangat tidak sehat jika ditinjau dari kontek untuk wujudkan kesejahtaeraahn rakyat. Padahal besaran APBN Indonesia saat inisudah mencapai Rp 1.300 triliun. “Harusnya anggaran pembangunan yang harus besar, dan setidaknya anggaran rutin itu tidak boleh dari 45 persen,” katanya.
Hajrianto menilai dalam rangka untuk menghidupkan Pancasila di tengah masyarakat diperlukan penyuntikan virus-virus keadilan kepada para elit pembuat kebijakan. Sehingga tidak ada lagi kondisi yang ‘njomplang’ yang menomorduakan keadilan dan kesejahteraan rakyat, namun menomorsatukan kepentingan kesejahteraan elit. “Rakyat kita merindukan realisasi nilai-nilai Pancasila yang terwujud dalam bentuk keadilan dan kesejahteraan,” kata Hajrianto.
Menurut Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam, tujuan sarasehan tersebut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila dalam perspektif keagamaan dan keadilan sosial. LDII bersikap, Pancasila bukan milik suatu golongan, atau rezim pemerintahan pada masa tertentu. Namun suatu pilar yang dibutuhkan seluruh elemen bangsa demi menyangga keutuhan Indonesia yang majemuk.
Pengamat politik dan peneliti Pancasila Yudi Latif P hD mengatakan bahwa mempertentangkan antara Pancasila dengan Islam adalah suatu yang kontraproduktif. Bila menelisik dari sejarah penyusunannya, banyak pemikiran-pemikiran yang Islami secara substantif yang muncul dari para faunding father kita yang juga selaras dengan kemajemukan bangsa kita.
“Sangat Islami. Memang tidak menghadirkan Islam secara simbolik dan formalistik. Namun mengedepankan yang substantif sepertu Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Musyawarah,” kata Yudi. (A-130/das)***
LDII Bali

 

Sumber : Pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: