LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

Paradigma Baru LDII Tinggalkan Kesan Eksklusif

Posted by LDII Bali pada Juli 10, 2008

Jakarta, Pelita
Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) akan membuka diri melalui paradigma baru, yang selama ini terkesan eksklusif serta menutup diri pada masyarakat sesuai tuntutan era sekarang ini.
Upaya untuk menghilangkan stigma masa lalu itu, Ormas Islam ini berupaya melakukan dialog dan diskusi secara interpersonal dan institusional pada organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

Kami akan jelaskan perubahan paradigma lama LDII yang dipandang tertutup dengan paradigma baru yang lebih terbuka kepada masyarakat muslim lainnya, kata Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi LDII Prasetyo Sunaryo didampingi pengurus Bidang Hubungan Antarkelembagaan Hashim Nasution kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan perlu disadari mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru perlu proses, sebab belum tersosialisasi secara merata ke semua anggota LDII yang tersebar di seluruh Nusantara. Karena keterbatasan dukungan sumber daya manusia yang ada, termasuk mendekatkan diri dan membahas permasalahan keumatan dengan semangat penuh kebersamaan.
Kami harap hal ini menjadi tugas kita bersama memberi pencerahan kepada semua komponen umat khususnya jemaah LDII, tambah Hashim Nasution.

Menurutnya, faktor pendidikan dan faktor budaya cukup menjadi kendala membawa anggota LDII pada paradigma baru tersebut. Karena untuk mengubah kebiasaan lama tidak semudah membalik telapak tangan.
Karena itu dia mengajak ormas Islam dan stakeholder lain bersama sama menjadi tugas bersama untuk mencerahkan umat khususnya anggota LDII. Maka stigma lama yang sempat dilekatkan pada anggota atau jemaah LDII akan diubah.
Dia mengatakantidak akan ada lagi paradigma lama yang lengket di tubuh LDII. Semuanya akan dirombak sesuai tuntutan Islam yang benar. Stigma stigma masa lalu itu sudah tidak ada lagi pada jemaah LDII. Akan muncul paradigma baru, ujarnya tegas.

Dia menjelaskan kondisi itu sempat terjadi karena ketika itu jemaah LDII rutin mengikuti pengajian dan fiqih secara tekun dan fokus melalui jemaahnya sendiri, sehingga tidak bersinggungan dengan jemaah ormas lain.
Akibatnya terjadi mis-persepsi dan mis-komunikasi dan mis-understanding satu sama lain. Maka melalui paradigma baru inilah kita samakan persepsi, dan komunikasi dan kesepahaman kita sesama umat muslim, cetus Prasetyo.

Dia menambahkan saat ini LDII gencar membangun perekonomian umat melalui pemberdayakan ekonomi petani dengan mengembangkan ternak sapi yang melibatkan kelompok masyarakat lain. Kami mencari bentuk pencairan kredit yang meringankan petani dalam mengembangkan ternak sapinya, pungkas Prasetyo.(naz)

Sumber : Harian Umum PELITA
LDII Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: