LDII Bali

Jl.Padang Griya II No.1 Padang Sambian Denpasar. HP.08123962357

LDII Banda Aceh gelar Pesantren Kilat

Posted by LDII Bali pada Juli 7, 2006

Banda Aceh, 7/7 (Pinmas) – Pengurus muda-mudi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Banda Aceh menggelar pesantren kilat dalam rangka mengisi liburan sekolah yang berlangsung selama seminggu (9-16 Juli 2006).
Ketua Muda-mudi LDII Kota Banda Aceh, Lufti, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat, menyatakan, pesantren kilat tersebut diikuti oleh para mahasiswa, pelajar dan siswa tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni remaja dan caberawit. Untuk remaja diikuti pelajar dari SD Kelas 5, kelas 6, SMP sampai mahasiswa, sedangkan cabe rawit dari kelas 1 sampai kelas 4 Sekolah Dasar. Lufti menyatakan, materi yang diajarkan dalam pesantren kilat tersebut adalah Al-Quran dan maknanya dan Kitabul Janais (kitab masalah mengurus jenazah) yang diambil dari sejumlah Al-Hadist. Sedangkan untuk cabe rawit diajarkan Iqra`, pelajaran cara membaca Al Quran, doa-doa dan praktek ibadah shalat wajib dan sunah, katanya. Ia menyatakan, kegiatan pesatren kilat yang diikuti sekitar 40 anak-anak dan remaja tersebut dinilai agak terlambat, karena pada awal liburan banyak remaja yang sibuk mengurus sekolah, ada yang mendaftar ke perguruan tinggi dan ada yang masuk sekolah baru.
“Jadi, kegiatan pesantren kilat ini kita mulai apada akhir liburan, karena para remaja sudah banyak yang longgar,” ujarnya.
Lufti menyatakan, kegiatan pesantren kilat sudah menjadi program rutin dari Remaja LDII setiap tahun liburan panjang dan ditambah lagi pada saat liburan bulan puasa Ramadhan. Dikatakan, tujuan kegiatan pesantren kilat tersebut selain menambah ilmu agama, juga untuk mendidik generasi muda sebagai generasi yang berakhlak mulya berdasarkan Al Quran dan Hadist. Pada era globalisasi sekarang ini, para generasi muda gampang terpengaruh hal-hal negatif, sehingga untuk membentengi akhlaq, maka ilmu agama harus diperbanyak dan sering-sering diamalkan, ujarnya. Dengan banyaknya ilmu agama ditambah dengan banyak mendengarkan nasehat agama, maka apapun pengaruh negatif yang dihadapi di luar dapat diatasi, yang pada akhirnya akan muncul pemuda-pemuda yang ‘alim, berakhlaq mulia dan bisa mandiri, kata Lufti.(Ant/Myd)

Sumber: Kemenag.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: